Hubungan umur dengan obesitas pada laki-laki

Namun demikian, ia berpotensi merusak kesehatan ibu hamil maupun janinnya, meningkatkan resiko kelahiran serta cacat pada janin dan penyakit jantung bawaan pada bayi.

Akibatnya, yang bersangkutan harus disuntik insulin secara teratur. Diabetes mellitus merupkan penyakit degeneratif yang bersifat kronik dan sering menimbulkan komplikasi keseluruh organ tubuh sehingga diperlukan upaya pencegahan.

This study using analytic cross sectional analytic approach. Sample pada penelitian ini menggunakan sample remaja umur tahun yang termasuk di propinsi DKI Jakarta yaitu sebanyak remaja. Karbohidrat, protein dan lemak berpengaruh terhadap kejadian obesitas gizi lebih melalui efek asupan makanan, pencernaan, absorbsi asupan zat gizi, dan metabolisme dalam tubuh.

Bivariate analysis using cross sectional tes. Propinsi DKI Jakarta, jumlah keluarga remaja dengan status ekonomi sangat 5.

Hasil dan Pembahasan 1. Sedangkan menurut Almatsierprotein selain sumber energy juga memiliki fungsi yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Kemungkinan ada factor lain yang mempengaruhi status gizi lebih seperti hormon, ketidaknormalan produksi hormon seseorang dapat meningkatkan resiko obesitas WHO, Kata Kunci: Kepadatan penduduk yang lebih tinggi memberikan peluang lebih beragam dari berbagai sumber makanan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sugianti,et al prevalensi obesitas lebih tinggi pada sampel yang jarang mengkonsumsi makanan yang berlemak. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja di bagian produksi PT.

Keluhan lain: Keadaan ini justru sering disalah tafsirkan. Putra Karangetang popontolen Minahasa Selatan. Status gizi dibedakan antara status gizi buruk, kurang, baik dan status gizi lebih Almatsier, Kejadian obesitas pada remaja umur tinggi quintil 5 yaitu 83 responden tahun Banyak minum Rasa haus sering dialami oleh penderita karena banyaknya cairan yang keluar melalui kencing.

Hereditas keturunan pada anak menjadi salah satu factor penyebab obesitas.

Aktifitas fisik adalah gerakan yang dilakukan oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya. Dimana jumlah remaja dengan status gizi gemuk dan obesitas lebih banyak dialami oleh laki-laki daripada remaja perempuan, yaitu sebesar Hal ini sejalan dengan penelitian Gemili, bahwa tidak ada hubungan asupan karbohidrat terhadap status gizi, hal ini seperti yang dikatakan Supariasa, bahwa Food recall 1 hari tidak bisa menggambarkan status gizi seseorang, karena minimal recall 3 hari.

Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat disertai perubahan fisiologi dan mental. Anjuran Grafik 2 Distribusi Asupan Protein Rata-rata asupan protein pada remaja dalam penelitian ini adalah Luka ini dapat timbul akibat hal yang sepele seperti luka lecet karena sepatu atau tertusuk peniti.

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO (KARBOHIDRAT

Anynomous, Diabetes Mellitus 2. Kejadian kegemukan lebih sering terjadi pada orang yang berpendidikan tinggi Thomas, Pengertian Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa gula sederhana di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat.

Kata kunci:dibandingkan pada laki ā€“ laki yaitu kali, (Imam Soeharto, ). Obesitas adalah ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dengan kebutuhan energi yang disimpan dalam bentuk lemak (jaringan subkutan tirai usus, organ vital jantung, paru-paru, dan hati). Obesitas juga didefinisikan sebagai kelebihan berat badan.

Obesitas adalah penumpukan jaringan lemak tubuh yang berlebihan dengan. Grafik 4 Hubungan Asupan Karbohidrat dan Kejadian Obesitas Hasil uji korelasi asupan karbohidrat dengan kejadian obesitas menunjukkan bahwa nilai p= (pā‰„), yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan kejadian obesita pada remaja umur tahun di Propinsi DKI Jakarta, dengan nilai r= 0, hubungan lemah/tidak ada hubungan.

Nilai koefisien. Pada wanita, WHR yang disarankan adalah kurang dari 0,8 sedangkan pada laki-laki disarankan kurang dari 1. Penilaian WHR ini cukup penting karena dapat digunakan untuk mengetahui risiko menderita penyakit jantung.

Seseorang dengan WHR lebih dari 0,8 pada wanita dan lebih dari 1 pada laki-laki mempunyai risiko menderita penyakit jantung lebih besar dari yang WHR berada di bawah ambang.

Laki-laki terkena diabetes pada IMT rata-rata 31,83 kg/m2 sedangkan perempuan baru mengalaminya pada IMT 33,69 kg/m2.

HUBUNGAN ANTARA UMUR, JENIS KELAMIN DAN STATUS GIZI DENGAN

Perbedaan risiko ini dipengaruhi oleh distribusi lemak tubuh. Pada laki-laki, penumpukan lemak terkonsentrasi di sekitar perut sehingga memicu obesitas sentral yang lebih berisiko memicu gangguan metabolisme (Pramudiarja, ). hubungan yang bermakna dengan hipertensi (p = 0,; OR = 2,0 dan 95% CI 1,ā€“3,).

Terdapat Terdapat hubungan antara konsumsi alkohol mempunyai dan obesitas kejadian hipertensi. Rerata BB anak laki-laki adalah 52,9 kg dan 56,3 kg untuk anak perempuan.

Rerata IMT adalah 26,3 kg/m2 untuk anak laki-laki dan 26,4 kg/m2 untuk anak perempuan. Didapatkan hubungan bermakna antara RMR dengan BB dengan r=0, Didapatkan pula hubungan bermakna antara RMR dengan FFM dengan r=0, Kesimpulan.

Hubungan umur dengan obesitas pada laki-laki
Rated 4/5 based on 8 review